Berita

BLT UMKM Sudah Dicairkan ke Rekening 5,59 Juta Pengusaha Mikro

Penulis Kiki Safitri | Editor Sakina Rakhma Diah Setiawan JAKARTA,

KOMPAS.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot melemah pada Kamis (3/9/2020). Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,22 persen pada level Rp 14.778 per dollar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.746 per dollar AS. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah sore ini, terdorong oleh kebijakan burden sharing yang dilakukan pemerintah. Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah Tipis Pagi Ini Burden sharing merupakan skema percepatan pemulihan ekonomi nasional karena dampak Covid-19 dengan cara memperkuat kerja sama antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan. “Pelaku pasar kecewa karena mengira burden sharing hanya kebijakan jangka pendek, sekali pukul. Namun ternyata ada kemungkinan bertahan lama,” kata Ibrahim. Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada jurnalis media asing, ada kemungkinan BI tetap diminta berkontribusi dalam pembiayaan defisit anggaran alias burden sharing setidaknya sampai 2022. Jokowi menyatakan, jika pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa berada di kisaran 4,5 sampai dengan 5,5 persen, maka burden sharing mungkin tidak lagi dibutuhkan pada 2022. Baca juga: Intip Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank Pernyataan Jokowi bisa dimaknai, masih ada peluang pemerintah akan meminta bantuan kepada BI untuk membiayai defisit anggaran setidaknya hingga 2022. Di sisi lain, pasar juga mencemaskan wacana amandemen Undang-undang BI, yang salah satu opsinya adalah kembalinya Dewan Moneter seperti masa Orde Baru.   Dewan Moneter memimpin, mengkoordinasikan dan mengarahkan kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian. Nantinya, Dewan Moneter terdiri Menteri Keuangan sebagai ketua, satu orang menteri di bidang perekonomian, Gubernur BI dan Deputi Senior BI, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika dipandang perlu, maka pemerintah dapat menambah beberapa orang menteri sebagai anggota penasihat Dewan Moneter. “Informasi ini membuat bingung pelaku pasar sehingga wajar kalau dana asing menahan diri untuk masuk ke pasar keuangan malahan sebaliknya dana yang sudah parkir di pasar dalam negeri kembali keluar,” jelas dia.

Source : https://money.kompas.com/read/2020/09/03/170700426/isu-burden-sharing-bikin-rupiah-melemah-sore-ini?page=all#page2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *