Berita

Lebih dari Sekedar Pitching

Saya mendapatkan kesempatakan untuk mengikuti lomba Pitching di Bandung Startup Day. Namun, sebelum itu, kami diberikan pelatihan untuk melakukan pithching dan kali ini saya berkesempatan untuk belajar langsung dengan Irsyad Kamal Founder Nanno.co.id, Konsultan Bisnis yang sudah berjalan lebih dari 5 tahun. Beliau merupakan lulusan dari S1 Ekonomi UNPAD dan S2 MBA ITB dan pernah mendapatkan pendanaan investasi 100 Juta Dolar.

Beliau sangat menekankan bahwa kita pitching itu bukan untuk cari uang saja tetapi untuk menambah manfaat bagi orang-orang melalui perkembangan bisnis kita yang lebih cepat dan beliau juga menekankan bahwa bukan hanya kita yang punya bisnis yang berkepentingan tetapi juga investor itu sendiri yang ingin menanamkan uangnya ke bisnis kita.

Ada 2 garis besar penentu keberhasilan Pitching : Eksternal dan Internal

Eksternal faktor sendiri adalah Investor itu sendiri. Siapa dia? Bagaimana backgroundnya? Hobinya apa? Jadi, riset dulu kita pitchingnya ke siapa aja, apakah cocok atau tidak dengan kita dan bisnis kita. Jangan sampai salah memilih investor, karena ada 2 jenis investor dumb investor dan smart investor. Dumb investor cuman ngasih duit, tidak ingin tahu-menahu bagaimana bisnisnya berkembang, lebih cocok dibilang sebagai rentainer dibandingkan investor. Kemudian ada smart Investor, orang ini lah yang harus dicari, dia paham tentang bidang bisnis kita, paham bahwa membimbing kita dan bisnis kita itu penting dalam investasi itu sehingga dia tidak sembarang investasi tetapi melakukan penelusuran mendalam tentang bisnis kita.

Internal Faktor terdiri dari 3 hal penting. Pertama, Tim itu sendiri, sangat penting untuk memiliki tim yang solid, berbeda background, pengalaman yang mendalam dalam bidangnya, dan tentu saja passion dalam membangun bisnis tersebut. Seandainya tim ini bermasalah entah kesolidan atau tidak ketidakcocokan antar anggota tim, maka bisnis itu sendiri akan terancam sulit berkembang. Kedua, Ide bisnis itu sendiri, ada 5 kompenen yang penting dalam ide yang disampaikan oleh Kang Irsyad Kamal. 5 kompenen itu adalah Clarity Purpose : Tujuan yang jelas bukan Money Oriented, Large Market : Banyak yg perlu ngapain bikin bisnis kalo marketnya sedikit, Knowing Competition : Tahu kondisi saingan apakah kita ada di Blue Ocean atau Red Ocean dan tentu dimana keunikan kita dibandingkan yang lain, Pain Killer : Solusi yang ditawarkan kepada customer; ini lah yang menentukan customer akan membeli atau engga, terakhir adalah Focus! : Fokuslah kepada satu masalah; jangan ngambil banyak proyek yang berbeda dengan tujuan utama. Ketiga, adalah presentasi itu sendiri, dasarnya adalah READY — AIM — FIRE, secara sederhananya adalah opening yang wow, isi yang mengesankan dan sesuai, dan Closing dengan Call to Action, secara teknis presentasi yang keren adalah gunakan saja teknik Kawasaki, 10 Slide, 30 Point (1 Slide Max 3 Poin), dan tidak lebih dari 20 menit.

Setelah itu, saya pun melakukan latihan pitching langsung dihadapan para mentor. Saya pun mendapatkan pengetahuan yang bagus yakni meyakinkan orang lain adalah dengan yakin dengan diri sendiri terlebih dahulu, baru kemudian orang lain termasuk melalui bahasa tubuh. Ini sangat penting karena dalam pitching, orang yang melakukan presentasi menggambarkan bagaimana kondisi bisnis kita.

Tentu saja pitching bukan hanya soal persiapan tetapi juga soal latihan terus-menerus hingga anda bisa menjadi seorang ahli. Bahkan, anda harus bisa Presentasi tanpa PPT anda. Seandainya bisa melakukan hal tersebut maka tidak ada halangan lagi untuk ada melakukan pitching kapan pun dan dimana pun bahkan di Lift sekalipun.

Source : https://medium.com/@mfathiyakanr/lebih-dari-sekedar-pitching-388b264e5528

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *